Postingan

Sejenak Nostalgia Masa Pubertas di SMP

Gambar
Foto by: Unicef.org Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya Pubertas. Pubertas disebut sebagai masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Transisi akan terjadi terutama dalam bentuk fisik, jiwa, fungsi organ reproduksi dan minat pada lawan jenis. Masa pubertas bisa dimulai pada umur yang berbeda-beda nih, umumnya pada umur 10 sampai 16 tahun. saat aku berusia 13 tahun atau tepatnya berada di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), aku mengalami apa yang disebut pertumbuhan pada masa pubertas, salah satunya mengenal lawan jenis. Aku dan sahabatku sebut saja Namanya Yati, kami suka sekali bercerita tentang cowok impian atau sering kami impikan sebagai pacar idaman yang tidak benar-benar kami pacari. Kami sudah memasang target, siapa cowok yang pantas kami kagumi. Pastinya perlu survey yang ketat untuk ini. Misalnya aku, suka dengan cowok yang saat itu adalah tipe cowok yang pendiam, cool dan cerdas, sedangkan Yati sahabatku ini, suka dengan cowok tampan dan cool. Wah,...

STIGMA TENTANG ASAL MUASAL PASANGAN HIDUP

Gambar
  foto by: Pijar Psikologi Sebelumnya maaf kalau ada yang tersinggung dengan tulisanku kali ini, tetapi stigma sering sekali muncul di kalangan masyarakat kita. Stigma tentang pasangan hidup, hahaha masih juga tentang pasangan ya. Stigma atau ciri negatif yang menempel pada diri seseorang padahal berasal dari  alasan yang kurang berdasar, mulai dari pernyataan begini, “eh, kamu nanti jangan nikah sama orang sunda ya”, Aku balik bertanya “memangnya ada apa dengan orang sunda?”, Terus dijawab begini “nah orang sunda ini kebanyakan pemalas, nanti kamu hidup susah.” Aku nggak tahu dari mana asal landasan itu, apa karena bertemu satu orang sunda atau mungkin ada orang yang trauma dengan orang sunda. Sebenarnya aku banyak ketemu teman-teman dari sunda, tapi mereka rajin dan pekerja keras, mmmmmm sepertinya stigma ini salah sekali hingga digeneralisasi. Ada lagi pernyataan seperti ini “Jangan nikah sama orang jawa, nanti kamu nggak bisa pulang kampung, nanti dikekang”, ...

Cerita Tentang Abang Ojek Online

Gambar
  foto by BJM.Web.id Ojek online sudah lama menjamur di negara kita, mungkin bisa dibilang, kemana-kemana lebih cepat dengan menggunakan jasa ojek online . Apalagi jalanan macet dan kita butuh segera bergegas menuju ke suatu tempat. Ojek online selalu hadir dengan beragam kemudahan yang membuat kita tidak lagi ragu dan bimbang menuju ke suatu tempat, karena bisa dijangkau dengan mudah dan harga yang terbilang bersahabat. Sejak pertama kali ke Jakarta, aku selalu memaksimalkan menggunakan jasa ojek online . Abang ojek online nya ramah-ramah, meskipun ada sesekali dapat yang jutek dan kadang keras kepala padahal udah ditunjukin jalannya masih bersikeras jalannya yang tercepat. Jadinya ya begitu, kadang suka kesal juga. Tetapi kekesalan itu tidak sampai membuatku memberi rating buruk, karena aku tahu, bahwa pandemic saat ini, bukan untuk menyusahkan orang lain dengan memberi rating buruk, ya, selama yang dilakukan tidak fatal, hihihi Namun dari sekian banyak cerita tentang Aba...

Karena Kita Juga Manusia

Gambar
  Dokumentasi Pribadi Apakah ada manusia yang tidak merasa Lelah? Mungkin setiap manusia pernah merasakan Lelah. Lelah menghadapi rutinitas, Lelah merasakan kehidupan yang serba cepat tanpa jeda. Lelah memenuhi ekspektasi orang lain dan Lelah memenuhi ekpektasi sendiri. Sebagai manusia kita berusaha untuk tetap bekerja keras, merasa bahwa kita harus terus positif dan belajar tanpa henti berusaha dan bekerja. Tetapi kadang kita lupa bahwa kita hanyalah manusia, yang mungkin bisa saja naik turun dalam semangat. Bahkan mungkin butuh yang Namanya istirahat sejenak. Memenuhi ekskpektasi orang lain untuk menjadi apa yang mereka inginkan itu benar-benar Lelah. Berusaha memendam perasaan sendiri untuk menjadi versi yang orang lain inginkan membuat terasa melelahkan. Lalu bagaimana supaya bisa lepas dari kelelahan yang melanda ini? Jawabannya yaitu, cobalah untuk menyendiri dalam ketenangan, mengistirahatkan diri sejenak, dan meminta orang lain mendengar keluh kesah selama ini. Mema...

Takdir atau Cocoklogi?

Gambar
  Dokumentasi Pribadi Tuhan sudah memberikan sinyal sejak awal, siapa yang pernah berada pada titik, di saat dia tidak mengetahui bahwa sesuatu yang di takdirkan sudah diperlihatkan sejak awal. Mungkin ini hanya firasatku, atau aku yang suka melakukan cocoklogi dengan peristiwa yang sering terjadi padaku. Misalnya saja, saat  aku berada di suatu Kota yang menjadi tempat   sekarang  aku mengabdi atau bisa dibilang takdir yang sejujurnya sudah Tuhan beritahu sejak awal. Jadi, dulu waktu umurku lima tahun, aku pertama kali datang ke Pulau Jawa bersama Ibuku, di sana aku masih ingat kalau tempat yang pertama kali kami datangi adalah Kota tempat aku berada sekarang. Siapa yang menyangka, bahwa aku Kembali ke Kota ini dengan harapan-harapan baru yang ingin aku wujudkan. Semoga Tuhan memudahkan langkahku pada setiap keinginan tersebut dan diberikan kekuatan pada rintangan di hidupku. Selain Takdir Kota ini, aku juga mendapatkan sinyal lainnya. Dari dulu, sejak ...

Pemikiran yang Random

Gambar
  Dokumentasi Pribadi, Foto Sebelum Pandemi, Lokasi: Gunung Bromo Apakah bumi ini sudah semakin tua? Apakah kita bisa menjamin hidup dalam jangka waktu yang lama?. Sejak pandemi Covid-19 menyerang dunia, ada banyak hal yang mungkin kita pikirkan, salah satunya beberapa pertanyaan yang muncul di awal tadi. Sebagai manusia kita lengah dan tidak melihat kondisi alam atau kondisi iklim bumi yang kini sudah tidak baik. Kita menganggap semua yang terjadi adalah kondisi alam yang lumrah dan memang terjadi. Tapi kita tidak melihat kenapa alasan itu terjadi. Kondisi bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Selain pandemi yang terus saja terjadi, kita masih menyaksikan banjir di mana-mana, kebakaran hutan dan longsor. Apakah memang lumrah atau natural terjadi? Coba pikirkan lagi. Apakah bumi sudah semakin tua? Mungkin jawabannya iya, biasanya sesuatu yang dikatakan tua apabila terdapat berbagai penyakit di dalamnya, ya, mudah sekali terserang penyakit. Bumi sensitif sekali. Apa bumi tida...

Apa Karena Aku Perempuan?

Gambar
  Foto by Herstory “Kamu itu perempuan, ndak harus sekolah tinggi-tinggi, buat apa, toh juga bakal jadi Ibu Rumah Tangga”, Sambil menjahit celana yang bolong Bibi Ani menasehati Ani karena Ani ingin melanjutkan sekolahnya ke bangku perkuliahan. “Tapi Bi, aku juga mau mengembangkan diriku, hidup aku bukan hanya untuk menikah terus jadi Ibu Rumah Tangga, kalaupun nanti aku jadi Ibu Rumah Tangga, memangnya salah kalau aku jadi Ibu yang pintar untuk anak-anakku, bukannya madrasah pertama kali itu adalah seorang Ibu?”, Ani mencoba dengan baik menyampaikan ke Bibinya “Kamu itu pikirannya sudah dirasuki oleh pikiran yang bebas, memang nggak akan bisa Bibi bicara sama kamu, terserah kamu aja maunya bagaimana, yang jelas Bibi ndak punya uang lagi buat kuliahin kamu”, Bibinya menutup pembicaraan Ani sedih mendengar ucapan Bibinya, memang sejak orangtuanya meninggal, dia tinggal Bersama Bibi dan Pamannya, Pamannya Ani adalah adik ayah Ani, tapi jarang pulang, sehingga Ani sering mengu...